Wamenperin Faisal Riza Apresiasi Pembelajaran Digital Pengajar Santri di Apple Foundation Program Universitas Ciputra

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisal Riza hadir langsung di Universitas Ciputra (UC) Surabaya untuk memberikan apresiasi pada penutupan Apple Foundation Program. Program ini merupakan kolaborasi antara Apple, UC, dan Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) yang diikuti oleh 26 Pengajar santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur.

Dalam kunjungannya, Wamenperin menyoroti pentingnya program ini sebagai langkah konkret untuk menciptakan talenta digital dari lingkungan pesantren, yang ia sebut sebagai “generasi pelopor”.

Santri adalah Generasi Pelopor Transformasi Digital

Meskipun berhalangan hadir saat pembukaan karena sedang kunjungan kerja terkait program digital di Tiongkok, Wamenperin Faisal Riza menyempatkan hadir di penutupan untuk melihat langsung hasil transformasi para Pengajar santri.

“Saya termasuk yang paling gembira dengan kegiatan ini,” ujar Wamenperin dalam sambutannya. “Saya juga alumni pesantren, kita tahu bahwa lingkungan pesantren itu sebagian agak alergi dengan yang namanya gadget digital.”

Ia menegaskan bahwa di era Industri digital, AI, dan robotik, adaptasi digital tidak bisa ditolak. Menurutnya, pesantren memiliki “potensi kita sangat-sangat besar” untuk talenta digital. Ia menyebut ke-26 peserta program sebagai “generasi pelopor” dan berpesan agar mereka menyebarluaskan ilmunya saat kembali ke pesantren.

Menjawab Tantangan Industri Melalui Ekosistem UC

Sebagai Wakil Menteri Perindustrian, Faisal Riza melihat program Apple Foundation ini sebagai jawaban atas kebutuhan SDM di masa depan. “Saya sebagai Wakil Menteri Perindustrian melihat tidak ada pilihan buat industri ke depan, satu satunya pilihan adalah mendorong supaya industri menggunakan sebanyak mungkin teknologi baru,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa jika industri siap, maka SDM-nya juga harus siap. Program ini berhasil menanamkan mindset digital kepada para peserta yang merupakan fondasi untuk menjadi SDM unggul. Ia juga mengapresiasi Apple yang mau memfasilitasi program ini, serta Kiai Saifulah Maksum dan FPTP yang menginisiasinya.

Inovasi Peserta: Bukti Nyata Lompatan Digital

Apresiasi Wamenperin didasarkan pada hasil nyata yang dipresentasikan para peserta. Para santri memamerkan aplikasi yang mereka kembangkan untuk memecahkan masalah di lingkungan mereka.

Di antara yang dipresentasikan adalah “De Sikop”, sebuah aplikasi untuk membantu pengurus koperasi pesantren melakukan pencatatan keuangan secara transparan. Selain itu, ada juga “Santri Care” yang dirancang untuk digitalisasi data kesehatan santri di pondok.

Para peserta, seperti Abraham Adi Mukti, mengonfirmasi pengalaman transformatif ini.

“Tidak hanya mengetahui teknologi, disini juga kami diajarkan tentang bagaimana membentuk karakter dan membentuk pola berpikir”

ungkap Abraham dalam wawancaranya. Ia menutupnya dengan seruan khas kampus, “Terima kasih, Apple Academy Universitas Ciputra Surabaya. Salam Entrepreneur!”

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *